S.k.e.t.s.a

Shelter

Setelah berjalan sendirian di setapak berilalang tinggi, aku menemukan jalan besar dan semacam shelter. Di papan tertulis: Boleh Singgah Tak Boleh Tinggal.

Aku belum memutuskan apakah akan singgah dan menanti bus yang lewat, atau terus saja jalan. Selama berjalan sendiri tak pernah terpikir soal shelter semacam ini.

Aku lalu menoleh kanan kiri. Jalan besar ini sungguh sepi, dan shelter itu sungguh menjanjikan, menarik perhatian. Agak lama aku berpikir, hujan telah sampai di kepalaku.

Aku masih belum memutuskan berlari, singgah, berteduh, berlindung ke arah shelter itu. Tulisan di papan itu membuatku ragu. Sebentar kemudian hujan sudah membuatku menggigil.

Jogja,

10/4/11, 02.29 WIB

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s